Minggu, 14 April 2013

fase pertumbuhan anak


fase-fase pertumbuhan
I. Fase Enam Tahun Pertama (0-6 tahun)
Periode pertama dalam kehidupan anak (usia enam tahun pertama) merupakan periode yang amat kritis dan paling penting. Periode ini mempunyai pengaruh yang sangat mendalami dalam pembentukan pribadinya. Adapun yang terekam dalam benak pada periode ini, nanti akan tampak pengaruhnya pada kepribadiannya ketika menjadi dewasa10.
Diantara karakteristik pada fase11 ini adalah sebagai berikut:
a.             Dapat mengontrol tindakannya.
b.            Selalu ingin bergerak adalah suatu yang alami (bila dalam batas yang wajar)
c.             Berusaha mengenal lingkungan sekeliling (karena itu sering kita melihat ia mengotak-atik sesuatu atau menghancurkannya)
d.            Perkembangan yang cepat dalam berbicara (oleh karena itu hampir tidak pernah berhenti berbicara. Hal ini pun merupakan tabiat yang wajar).
e.             Senantiasa ingin memiliki sesuatu dan egois, dari mulai pertumbuhannya. Dari sini mulai tumbuh sikap keras kepala, suka protes, menanyai suatu hal berulang kali.
f.             Mulai membedakan antara yang benar dan yang salah, yang baik dan yang buruk (karena itu sikap memberi kepuasan dan lemah lembut terhadap mereka lebih tepat dari pada memukul dan mengancam)
g.            Pada fase ini anak mulai mempelajari dasar-dasar perilaku social yang dibutuhkannya saat beradaptasi di sekolah pada saat mereka masuk ke kelas satu.
h.            Fase ini adalah usia eksplorasi



II.          Fase Setelah Enam Tahun Pertama (6-12 tahun)
Pada periode ini anak menjadi lebih siap untuk belajar secara teratur. Ia mau menerima pengarahan lebih banyak dan lebih bisa menyesuaikan diri dengan teman-teman sepermainannya. Dapat kita katakan, pada periode ini anak lebih mengerti dan lebih semangat untuk belajar dan memperoleh keterampilan-keterampilan, karenanya ia bisa diarahkan secara langsung12

III.       Fase Remaja
Pada fase ini pertumbuhan jasmani anak menjadi cepat, wawasan dan akalnya bertambah luas, emosinya menjadi kuat dan semakin keras, serta naluri seksualnya pun mulai bangkit13.


10 Yusuf Muhammad Al Hasan (1998), Pendidikan Anak dalam Islam, hal. 26
11 Abu Amr Ahmad Sualiman, Metode Pendidikan Anak Muslim Usia Prasekolah, jilid 1, hal. 3
12 Yusuf Muhammad Hasan (1998), pendidikan Anak dalam Islam . h. 33
13 Ibid. hal. 46

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar